GUE lagi ngeliat sidang PARIPURNA DPR-RI tentang pemilihan
KAPOLRI. Biasalah perdebatan para wakil rakyat dan kali ini tentang siapa yg
pantas menjadi KAPOLRI. Dan topik terhangat dalam perdebatan tersebut ada calon
KAPOLRI yg terlibat kasus korupsi. Tapi yg gue bingung, orang pilihan
presidenlah yg menjadi tersangka "Budi Gunawan". Sebelumnya coba lo
baca artikel ini "http://nasional.kompas.com/read/2015/01/13/17104511/Nasdem.Budi.Gunawan.Tersangka.KPK.Menampar.Muka.Presiden.Jokowi"
Lah kok pas calon dipilih presiden, KPK langsung mengatakan bahwa pak budi itu
tersangka korupsi. Tamparan yg sangat pedas "aaawwww".
| Sumber : Google coy |
Yg gue
bingung, kenapa gak sebelum-sebelumnya aja kpk ngenuduh pak budi sebagai
tersangka, daripada pas dipilih presiden calonnya, baru menjatuhkan tuduhan,
kalo kaya ginikan urusannya jadi runyam. DPR debat lagi. Kayanya ada permainan
politik yg gak suka kalau pak budi jadi kapolri, dan pihak tersebut mencari
kesalahan sekecil-kecilnya yg pernah dilakukan pak budi, dan kasus korupsi
penyuapan yg diterima oleh pak budipun menyebar. Tapi yg perlu dipertimbangkan
itu benar atau tidak. Tahukan Politik sekarang yg suka dimain-mainin, itu gak
boleh.
Seperti yg udah gue baca di http://nasional.kompas.com/read/2015/01/14/19503641/Jokowi.Mengaku.Sudah.Cek.Rekening.Gendut.Budi.Gunawan.dan.Hasilnya.Wajar"
presiden sudah mencek apa pak budi pantas untuk jadi kapolri atau tidak, dan
hasilnya presiden menyetujuinya. Ingat presiden kita gak bodoh, dia tahu yg
mana yg baik atau enggak buat aparat rakyatnya. Tapi itu bisa menjadi pegangan
kita, belum tentu pa budi salah. Tapi dalam hal ini gue gak nganggep kpk gak
bener.
| sumber : Google coy |
"http://nasional.kompas.com/read/2015/01/14/18281101/Di.DPR.Budi.Gunawan.Tunjukkan.Surat.yang.Nyatakan.Rekeningnya.Wajar"
Setelah gue baca secara telaah (gue gak ngerti apa artinya telaah), kok gue gak
ngenemuin ya bukti bahwa pak budi salah, bahkan KPK tidak menjelaskan secara
detail kenapa KPK memberikan status tersangka sama pa budi. Mungkin, gue aja yg
gak ketemu sama artikel yg menjelaskan secara detail tentang hal diatas. Tapi
KPK harus terus berusaha, karena keadilan perlu ditegakkan. Tapi kasusnya udah
lama banget ya 2006 (kaya buku pelajaran aja KTSP 2006). Tapi gue yakin
walaupun presiden terlanjur melantik pak budi menjadi kapolri, jika terbukti
oleh KPK, presiden pasti langsung ganti kok.
"http://nasional.kompas.com/read/2015/01/15/18415511/.Kalau.KPK.Berhasil.Jadikan.Budi.Gunawan.Terdakwa.Jokowi.Pasti.Menggantinya."
Kembali gue ingatin masalahnya, jika pak budi udah dilantik jadi kapolri, tapi
ternyata pak budi emang terlibat korupsi. Main ganti sih gampang. Masalahnya,
reputasi presiden dimata rakyat itu yg kaya gimana, yg udah ngelantik penjahat.
Tapi mudahan aja yg terbaik aja yg terjadi.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar