Malam disebuah kota adalah suatu moment yg sangat absurd bagi gue. Coba lo jalan-jalan menggunakan kendaraan sekitar jam 12 malam, lo bakalan tau gimana keadaan sebenarnya dari kota yg lo tinggalin. Seperti yg sering gue lakuin, gue disaat gak bisa tidur bakalan mengitari kota dengan pikiran kosong.
Tapi bukan masalah itu yg bakalan gue bahas dalam topik ini.
Kita pastinya sudah gak asing lagi dengan hotel diperkotaan. Dikota besar pasti banyak hotel-hotel besar. Nah, kalau hotel dikota besar itu sudah biasa. Ya wajarlah banyak hotel dikota-kota besar, kan banyak pengunjungnya.
Sebelum gue ngelanjutin. Coba flashback pergaulan lo, setiap perbincangan yg berhubungan dengan hotel pasti agak sensual ditelinga.

Nah, ini yg jadi masalah sama hotel. Disetiap malam hari gue ngeliat diparkir-parkir hotel selalu banyak pengunjung. Bagaimana mungkin sebuah kota selalu dikunjungi pengunjung dengan jumlah yg banyak. Sampai-sampai hampir semua hotel parkirnya penuh terus berkat pengunjung.
“Itu pengunjungnya , dari kota lain atau dari kota sendiri. Kalau dari kota sendiri ngapain mereka tidur dihotel, emangnya nyewa kamar hotel itu murah, emang gak punya rumah, hhmmmm”.
Nah, masalah ini perlu diselidiki oleh agen-agen pemerintah yg berwenang. Tapi mungkin gak ya, hotelkan udah bayar pajak, terus belum lagi pajak ++ nya yg lain, sehingga agen-agen (bukan agen seribu sunlight) yg dimaksud tidak bekerja seperti semestinya. Pastinya banyak yg bertanya “Ngapain orang kota sendiri, nyewa kamar hotel dikota dia sendiri?”.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar