Senin, 02 Februari 2015

MENURUT PENULIS DARI 99 CAHAYA DILANGIT EROPA

Gue ketemu di Google foto diatas, jadi langsung gue share aja.

Suatu kehormatan buat gue, bisa ketemu sama penulis 99 Cahaya di Langit Eropa. Awalnya pada acara bookfair dan mas Rangga yang di Undang Gramedia ke Bookfair Banjarbaru tersebut melakukan talk show tapi sekarang mas Rangga sudah pada sesi tanya jawab. Gue gak mau ketinggalan untuk bertanya dimomen tersebut. Dan gue bertanya.

"Mungkin ada saran untuk penulis agar tulisannya tersebut bisa menjadi tulisan yang berkualitas" jauh berbeda dengan pertanyaan orang-orang yang sebelumnya bertanya. Dan akhirnya mas Rangga menjawab.

"Mas Bambang penulis juga?"

"Iya mas rangga, masih proses"       

"Bagus banget" Menyanjung, lalu melanjutkan "Jadi ya mas bambang, menulis itu harus dengan perasaan bukan dalam keadaan terpaksa. Hanum, disaat menulis, dia sampai mengeluarkan air mata saking dia merasakan kejadian yang dia tulis. Jadi lembaran buku itu sudah biasa basah, karena hal itu" Lalu dia meneruskan "Satu lagi, harus dikejar deadline. Contohnya saja, saat kita dikejar deadline kita akan lebih cepat menulis apa yang ingin kita tulis. Tanpa kita sadari, sebenarnya kita sedang berlatih dan akhirnya terbiasa. Bahkan salah satu buku yang kami terbitkan ada yang ditulis dengan waktu 1 bulan saja".

Gue terkagum-kagum, gak masuk akal buku tebel bisa diselesein dalam 1 bulan, tapi itu nyatanya.
Jawaban dari pertanyaan gue udah selesai dan lanjut kepertanyaan orang lain. Abis itu gue langsung menyapa mba Tanti yang kebetulan menjadi mc saat itu (mba tanti dari gramedia juga makanya gue kenal), terus gue minta izin foto sama mas Rangga serta minta ttd mas Rangga dibuku 99 cahaya dilangit Eropa yang gue punya.

"Mba, bisa gak saya minta foto sama mas Rangga sekalian ttd nya dibuku ini" sambil menunjukkan buku tulisan mas Rangga dan mba Hanum tersebut.

"Oh, bisa banget bambang" Lalu melihat antrian hadirin yang ngeliat talkshow mas Rangga yang sedang sibuk pengen minta ttdnya, kembali bicara lagi sama gue "Nunggu dulu gakpapakan bang?". Guepun mengiyakan "Besok mas Rangga mau ke Gramedia Veteran. Kata mas Rangga mau bertemu karyawan-karyawan Gramedia Veteran Banjarmasin" Lanjut mba Tanti.

"Wah, yang bener mba?" setengah gak percaya.
Before
After

Tak lama kemudian akhirnya gue berfoto dan mendapat ttd mas Rangga, guepun beranjak dari tempat itu, karena acara sudah selesai.

Jadi inget pertama gue masuk kedalam kawasan bookfair tadi. Gue denger mas Rangga, ngebahas tentang isu teroris yang mengatas namakan Islam seperti artikel gue di http://suaradarijalanan.blogspot.com/2015/01/teroris-yang-mengatas-namakan-islam.html Kayanya menarik banget buat dibikin referensi pertanyaan besok.

Keesokan harinya ditempat kerja, briefing pagi lebih awal. Ternyata emang bener mas Rangga ke Gramedia Veteran Banjarmasin, tanpa mba Hanum dari kemarin, dan mas Rangga menjelaskan bahwa mba Hanum sedang menjalani operasi kelahiran anak.

Mas Rangga melakukan Talkshow bersama karyawan disini. Setelah itu, acara yang gue tunggu-tunggu, ialah sesi tanya jawab. Dan kebetulan gue ngeliat trailer buku setelah 99 Cahaya Dilangit Eropa yang berjudul Bulan Terbelah di Langit Amerika sedikit menyentil tentang terorisme. Kayanya mas Rangga mencoba memancing gue.

"Saya mau nanya mas, ada 2 pertanyaan. Pertama, seperti yang saya liat trailer buku Bulan Terbelah di Langit Amerika yang baru anda tampilkan sedikit menyinggung Isu terorisme yang mengatas namakan Islam. Menurut anda bagaimana dengan isu tersebut? Dan yang kedua apakah perbincangan ini boleh saya muat didalam artikel di blog saya".

"Saya menjawab pertanyaan no 2 terlebih dahulu ya. Sangat boleh, nanti saya bakalan share ke media sosial saya" Dengan senyum menyemangati, lalu melanjutkan pembicaraan "Dan jawaban saya dipertanyaan anda yang pertama. Sangat disayangkan sekali isu tersebut. Didalam Al-Qur'an Islam itu adalah agama damai. Dan yang kita tahu Terorisme itu ialah penebar ketakutan dan kekacauan. Jadi tidak hak untuk Islam dihubung-hubungkan dengan terorisme, karena artinya berlawanan. Apakah teroris berhubungan dengan Islam? Tentu tidak. Dan sangat-sangat disayangkan pula, banyak yang menyalah artikan Jihad adalah perang suci sedangkan didalam Al-Qur'an perang suci itu tidak ada. Jihad menurut saya bisa diartikan mengajarkan ilmu kepada orang lain, dan bisa diamalkan kemudian dibagi ke orang-orang sekitarnya. Dan itu jauh lebih baik daripada perang".
Gue merasa mas Rangga sebenarnya berusaha menyampaikan bahwa Islam sudah dipropokasi. Tapi perasaan gue itu hanya, MUNGKIN.


Usai acara, kami berfoto bersama. Dan kata-kata mas Rangga saat itu yang teringat sampai sekarang ialah "Sudah saatnya kita foto bareng. Bambang fotonya disamping saya saja ya".

Tidak ada komentar :

Posting Komentar