Ribut kenaikan
bbm bersubsidi semakin menjadi, bahkan setelah bbm naik masih saja topik ini
diperbincangkan. Sebelum bbm bersubsidi ini dinaikkan, banyak rakyat yg
menentang kenaikannya dan ada pula rakyat yg pro akan kenaikan bbm ini. Alasan bermacam-macam.
Salah satunya ialah rakyat kebingungan akan naiknya harga bbm saat harga bbm
diluar indonesia sedang turun. Ya teserah, kalau mau berpendapat seperti apa?
Lagian toh, Negara kita kan Negara demokrasi, tapi ingat demokrasi kita harus
demokrasi yg PANCASILA.
Ngomong-ngomong kan Pemerintah Indonesia sudah menetapkan harga bbm
bersubsidi, apa yg bisa diperbuat. Ya nunggu, apa hasilnya? Lagian sih, pas
harga bbm lagi turun-turunnya masih banyak orang kaya tidak tau diri membeli
bbm bersubsidi, kan itu sama saja mengambil hak orang yg tidak mampu untuk
mendapatkan bbm bersubsidi. Jadi buat orang kaya, jadilah orang kaya yg tau
diri. Pakai PERTAMAX dong.
Saya mempunyai
pemikiran tentang hal ini, walaupun sebenarnya ini adalah doa yg saya inginkan.
Tapi, mudahan ini bisa terjadi dan mungkin bisa melebihi yg saya harapkan, eh
yg kita harapkan maksud saya.
Seandainya harga bbm bersubsidi diluar Indonesia memang benar-benar
turun. Tetapi, di Indonesia harga bbm bersubsdi tersebut menjadi lebih mahal. Itulah
kenapa saya mempunyai pemikiran, bahwa keuntungan Negara dalam menjual bbm itu
sendiri mendapat banyak keuntungan. Kalau dipikir lagi itu bisa menggemukkan
dana APBN Indonesia. Nah, dari dana APBN itulah Negara bisa membayar
hutang-hutangnya dinegara lain, bahkan Indonesia bisa memberikan lebih banyak
pendanaan untuk Kesehatn dan Pendidikan. Demi kesejahteraan rakyat. Tapi
teserah sih mau seperti apa pemanfaatannya, yg ngatur semua kan pemerintah.
Kesejahteraan rakyat tergantung pemerintahnya.
:D

Tidak ada komentar :
Posting Komentar