Senin, 02 Februari 2015

MENURUT PENULIS DARI 99 CAHAYA DILANGIT EROPA

Gue ketemu di Google foto diatas, jadi langsung gue share aja.

Suatu kehormatan buat gue, bisa ketemu sama penulis 99 Cahaya di Langit Eropa. Awalnya pada acara bookfair dan mas Rangga yang di Undang Gramedia ke Bookfair Banjarbaru tersebut melakukan talk show tapi sekarang mas Rangga sudah pada sesi tanya jawab. Gue gak mau ketinggalan untuk bertanya dimomen tersebut. Dan gue bertanya.

"Mungkin ada saran untuk penulis agar tulisannya tersebut bisa menjadi tulisan yang berkualitas" jauh berbeda dengan pertanyaan orang-orang yang sebelumnya bertanya. Dan akhirnya mas Rangga menjawab.

"Mas Bambang penulis juga?"

"Iya mas rangga, masih proses"       

"Bagus banget" Menyanjung, lalu melanjutkan "Jadi ya mas bambang, menulis itu harus dengan perasaan bukan dalam keadaan terpaksa. Hanum, disaat menulis, dia sampai mengeluarkan air mata saking dia merasakan kejadian yang dia tulis. Jadi lembaran buku itu sudah biasa basah, karena hal itu" Lalu dia meneruskan "Satu lagi, harus dikejar deadline. Contohnya saja, saat kita dikejar deadline kita akan lebih cepat menulis apa yang ingin kita tulis. Tanpa kita sadari, sebenarnya kita sedang berlatih dan akhirnya terbiasa. Bahkan salah satu buku yang kami terbitkan ada yang ditulis dengan waktu 1 bulan saja".

Gue terkagum-kagum, gak masuk akal buku tebel bisa diselesein dalam 1 bulan, tapi itu nyatanya.
Jawaban dari pertanyaan gue udah selesai dan lanjut kepertanyaan orang lain. Abis itu gue langsung menyapa mba Tanti yang kebetulan menjadi mc saat itu (mba tanti dari gramedia juga makanya gue kenal), terus gue minta izin foto sama mas Rangga serta minta ttd mas Rangga dibuku 99 cahaya dilangit Eropa yang gue punya.

"Mba, bisa gak saya minta foto sama mas Rangga sekalian ttd nya dibuku ini" sambil menunjukkan buku tulisan mas Rangga dan mba Hanum tersebut.

"Oh, bisa banget bambang" Lalu melihat antrian hadirin yang ngeliat talkshow mas Rangga yang sedang sibuk pengen minta ttdnya, kembali bicara lagi sama gue "Nunggu dulu gakpapakan bang?". Guepun mengiyakan "Besok mas Rangga mau ke Gramedia Veteran. Kata mas Rangga mau bertemu karyawan-karyawan Gramedia Veteran Banjarmasin" Lanjut mba Tanti.

"Wah, yang bener mba?" setengah gak percaya.
Before
After

Tak lama kemudian akhirnya gue berfoto dan mendapat ttd mas Rangga, guepun beranjak dari tempat itu, karena acara sudah selesai.

Jadi inget pertama gue masuk kedalam kawasan bookfair tadi. Gue denger mas Rangga, ngebahas tentang isu teroris yang mengatas namakan Islam seperti artikel gue di http://suaradarijalanan.blogspot.com/2015/01/teroris-yang-mengatas-namakan-islam.html Kayanya menarik banget buat dibikin referensi pertanyaan besok.

Keesokan harinya ditempat kerja, briefing pagi lebih awal. Ternyata emang bener mas Rangga ke Gramedia Veteran Banjarmasin, tanpa mba Hanum dari kemarin, dan mas Rangga menjelaskan bahwa mba Hanum sedang menjalani operasi kelahiran anak.

Mas Rangga melakukan Talkshow bersama karyawan disini. Setelah itu, acara yang gue tunggu-tunggu, ialah sesi tanya jawab. Dan kebetulan gue ngeliat trailer buku setelah 99 Cahaya Dilangit Eropa yang berjudul Bulan Terbelah di Langit Amerika sedikit menyentil tentang terorisme. Kayanya mas Rangga mencoba memancing gue.

"Saya mau nanya mas, ada 2 pertanyaan. Pertama, seperti yang saya liat trailer buku Bulan Terbelah di Langit Amerika yang baru anda tampilkan sedikit menyinggung Isu terorisme yang mengatas namakan Islam. Menurut anda bagaimana dengan isu tersebut? Dan yang kedua apakah perbincangan ini boleh saya muat didalam artikel di blog saya".

"Saya menjawab pertanyaan no 2 terlebih dahulu ya. Sangat boleh, nanti saya bakalan share ke media sosial saya" Dengan senyum menyemangati, lalu melanjutkan pembicaraan "Dan jawaban saya dipertanyaan anda yang pertama. Sangat disayangkan sekali isu tersebut. Didalam Al-Qur'an Islam itu adalah agama damai. Dan yang kita tahu Terorisme itu ialah penebar ketakutan dan kekacauan. Jadi tidak hak untuk Islam dihubung-hubungkan dengan terorisme, karena artinya berlawanan. Apakah teroris berhubungan dengan Islam? Tentu tidak. Dan sangat-sangat disayangkan pula, banyak yang menyalah artikan Jihad adalah perang suci sedangkan didalam Al-Qur'an perang suci itu tidak ada. Jihad menurut saya bisa diartikan mengajarkan ilmu kepada orang lain, dan bisa diamalkan kemudian dibagi ke orang-orang sekitarnya. Dan itu jauh lebih baik daripada perang".
Gue merasa mas Rangga sebenarnya berusaha menyampaikan bahwa Islam sudah dipropokasi. Tapi perasaan gue itu hanya, MUNGKIN.


Usai acara, kami berfoto bersama. Dan kata-kata mas Rangga saat itu yang teringat sampai sekarang ialah "Sudah saatnya kita foto bareng. Bambang fotonya disamping saya saja ya".

BATU BARA KALIMANTAN BISA HABIS

Sumber : Google

KALIMANTAN adalah provinsi penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Tapi kok sumber daya alam yg menggunung tersebut tidak membuat kalimantan ini merasakan keunggulannya. Seharusnya kalimantan merasakan hasil keunggulannya itu, contoh pembangunan yg besar melebihi jakarta. Jakarta aja gak ngehasilin SDA yg tidak lebih besar dari Kalimantan kok malah lebih maju.
Jangankan pembangunan, kalimantannya aja sering mati lampu. Gue emang minim pengetahuan tentang batu bara, soalnya gue bukan orang IPA. Tapi yg gue tahukan batu bara bisa menjadi bahan bakar yg mungkin diperlukan untuk membuat listrik. Kok malah kalimantan sering mati lampu?
Kalimantan ibaratkan sapi penghasil susu. Sapi diperah untuk menghasilkan susu sampai kurus, tapi sapi sendiri gak ngerasain susunya sendiri (tapikan kerja keras sapi diganti sama rumput yg berlimpah). Berarti timbal balik perlu dilakukan.
Sebenarnya gue ngenyayangin sekali karena Penguasa kalimantan kurang memperhatikan kalimantannya sendiri.
Kalimantan emang penghasil batu bara yg besar, tapi ingat sesuatu tidak akan awet. Batu Bara dikalimantan pasti bisa habis.

Jangan kecewakanrakyat seperti gambar yang saya temuka di google ini
Oiya, Kalimantan juga dihormati berkat hasil batu baranya. Tapi, ingat saat batu bara habis dikalimantan ini. Mungkin mereka penanam saham, akan menganggap kalimantan hanya sampah. Seperti halnya beberapa tambang bekas penggalian batu bara yg sudah habis. Ada beberapanya tidak dilakukan penghijauan (gue gak tau apa namanya, yg pasti itu tanggung jawab perusahaan penambang). Habis manis sepah dibuang.

ORDE BARU


Gue UAS ada pertanyaan "Apa tujuan hukum dibuat?" Ya gue jawab, "untuk mengatur masyarakat disuatu negara agar tujuan negara tercapai". Seharusnya gue nulis perlu tambahan menjadi PEJABAT NEGARA jadi seharusnya jawaban gue "untuk mengatur masyarakat disuatu negara agar tujuan PEJABAT NEGARA tercapai". Licik memang.

Sumber : Google
Ngomong-ngomong UU Pilkada yg udah disahkan 2014 kemarin. Hasilnya tidak menyenangkan. Secara langsung sudah mencederai demokrasi Indonesia. Gak salah ya, dulu banyak pengorbanan untuk mencapai yg namanya demokrasi. Tragedi trisakti dan semanggi contohnya. Banyak sekali yg menjadi korban, demi demokrasi terhadap pimpinan Indonesia yg otoriter. Kasian Indonesia dihadapkan dengan masalah yg pelik.

Mungkin pejabat negara zaman sekarang sedikit demi sedikit ingin membawa kembali Indonesia ke zaman ORDE BARU. Jahat banget tuh pejabat. Tapi, tidak semua pejabat itu jahat.

Sebaiknya-baiknya zaman ialah zaman sekarang. Kalau orang mengatakan bahwa zaman dulu adalah zaman yg lebih baik dari zaman sekarang karena barang serba murah "Hello, coba bandingin sama harga upah sekarang sama upah zaman dulu deh baru bicara konyol kaya gituan".

Dulu kalau misalnya ada orang yg meneriakkan keadilan ke pemerintah, gak kehitung hari dia pasti mati. Kalau zaman sekarang ada orang meneriakkan keadilan kepada pemerintah, pasti pemerintah mencoba benahi (sebagian).

Dan juga seseorang meneriakkan keadilan. Langsung mati, langsung dianggap tidak terjadi apa-apa, tak ada satupun orang yg berani menggugat. Sekarang, seseorang meneriakkan keadilan, langsung mati, pasti segenap kelompok menggugat. Walaupun kita lihat banyak kematian aktifis tidak ditindak lanjuti dengan akal cerdas aparat yg berwenang.

Mungkin, persamaan antara zaman sekarang sama zaman orde baru, cuma pembangunan yg tidak merata. Dan ketidak seimbangan pemberian jatah yg diterima suatu provinsi terhadap sumber daya alam yg mereka hasilkan. Tapi gak itu aja sih, pasti kawan-kawan tau apa aja kesamaan antara zaman orde baru sama zaman sekarang.

DILEMA KPK VS POLRI


Salah satu ke DILEMA an tentang “KPK VS POLRI”, bakalan gue tulis dibawah ini. Lo boleh nganggep ini lucu-lucuan, tapi boleh juga ini lo anggap sesuatu yang harus dikritisi. Mari dinikmati :

Sumber : Google
1. Ketika Presiden mencalonkan Budi Gunawan (BG) untuk menjadi KAPOLRI, tiba-tiba saja KPK menunjuk BG sebagai tersangka karena kasus korupsi. Sebenarnya kasus ini sudah sangat lama, ditahun 2006. Walaupun kasus ini sudah sangat lama, tapi kasus ini sudah sangat hebat untuk menampar keadaan Presiden yang mencalonkan BG.

2. Tapi aneh sekali kenapa BG dijatuhi tuduhan oleh KPK sehabis dicalonkan presiden menjadi kapolri, kalau begitukan urusan jadi runyam. Coba kalau seandainya sebelum dicalonkan menjadi kapolri tuduhan itu diluncurkan, gak bakal runyam dan panjang seperti sekarang ini, lagian kasusnya udah lama sekali, tahun 2006.

3. Walau berstatus tersangka, BG tetap didukung DPR untuk menjadi KAPOLRI. Dan DPR pun segera mendesak Presiden agar segera melantik BG menjadi KAPOLRI. Masalahnya jika BG dilantik, dan setelah itu ternyata BG terbukti korupsi, Presiden akan buruk dimata masyarakat karena sudah melantik koruptor.

4. Setelah kejadian penangkapan BG karena kasus 2006, tiba-tiba saja POLRI menangkap wakil ketua KPK Bambang W (BW) karena kasus yang terjadi ditahun 2010.

5. Banyak masyarakat yg meminta agar kasus BW ditutup. Tapi jika kasus tersebut ditutup, itu sama saja menodai hukum.

6. Tapi jika Presiden meneruskan kasus  wakil ketua KPK tersebut, menurut UU yang ada di KPK, maka anggota KPK yg terlibat (menjadi tersangka) akan di non aktifkan. Kalau begitu posisi KPK akan melemah, karena pimpinan KPK berkurang. Dan Koruptorpun berdendang. Ayak mang ~

7. Banyak masyarakat ber unjuk rasa tentang "SAVE KPK" tapi anehnya banyak yang jadi pemimpin dalam unjuk rasa tersebut ialah anggota KPK sendiri. Seharusnya anggota KPK tetap fokus kepada tugasnya, bukan sibuk untuk berunjuk rasa. Begitupun POLRI. Unjuk rasa tersebut bukan saja melakukan penghinaan terhadap Instansi, bahkan Presiden jadi topik unjuk rasa tersebut.

8. Presiden sepertinya memilih diam untuk menentukan KEPRES (Keputusan Presiden), tapi masyarakat mendesak agar Presiden mengeluarkan kepresnya secepatnya, bahkan ada masyarakat menghina karena kepres lambat dikeluarkan. Slow ajaa mamen.

9. Presiden mempunyai pilihan bicara sementara atau tidak. Tapi yang jadi masalah, seandainya presiden banyak bicara dalam hal ini, takutnya bakalan salah bicara. Seperti halnya Mentri Polhukam dengan "TEDJO" nya.

Sebenarnya masih banyak lagi sih, ke dilema an presiden dalam hal ini. Kita sebagai masyarakat, cuma bisa melihat dan memberi masukan. Tapi kita tidak pantas untuk berbicara seenaknya. Kita perlu menghormati hukum dan keputusan presiden nanti. Pastinya ketika kepres dikeluarkan, bagaimanapun hasilnya pasti ada yg kecewa ataupun sebaliknya. Yaudah enjoy aja.

KPK VS POLRI MUNGKIN AJAKAN PENYIBUKAN POLITIK


     Sibuk kerja, sibuk tidur, sibuk diskusi, sibuk ngegosip. Banyak kesibukan yang ada didunia ini. Tapi, kesibukan kali ini bukan penyibukan biasa? Penyibukan politik akan kasus-kasus aneh. Yang ngebuat presiden puyeng. Ingat masalah RUU PILKADA yang sekarang udah jadi UU resmi. Kenapa DPR mengesahkan UU tersebut? Menurut gue, DPR sudah ngerasa bahwa kekuasaannya sudah mulai rapuh karena ngeliat presiden dan mentri-mentrinya kerja dengan idealis bukan materi. Jadi berkat UU tersebut, DPR bisa mengatur siapa yang bisa menjadi Gubernur, yang bisa menguntungkan posisi orang-orang DPR. Astagfirullah gue su udzon. Oiya itu salah satu penyibukan politik.

Gue ketemu foto ini di google, keren banget kata-katanya.
     Nah sekarang kita ngeliat lagi drama KPK VS POLRI. Menurut gue, pinter banget skenarionya. Bahkan penyibukan ini, bisa jadi wabah yang membuat nama baik presiden rusak. Coba lo pikir, calon kapolri yang dipilih presiden tak berselang waktu ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Mengingat kasus ini adalah kasus 2006. Aneh banget KPK gak ngebuka kasus itu dari dulu. Terus aneh juga KPK ngebuka kasus ini pas presiden memilih calon kapolrinya. Seandainya calon kapolri tersebut di tetapkan sebagai tersangka korupsi sebelum dipilih presiden, gue rasa gak bakalan jadi besar ini masalah, seperti halnya masalah yang kita lihat dimedia-media tentang "KPK VS POLRI".

     Sepertinya ini skenario penyibukan politik untuk menutupi isu tertentu, atau skenario politik untuk tujuan tertentu oleh oknum-oknum tertentu.

APA MOTIF DARI TIMBULNYA KASUS DITAHUN 2006 INI? "PEMBENARAN DAN KEBENARAN"


GUE lagi ngeliat sidang PARIPURNA DPR-RI tentang pemilihan KAPOLRI. Biasalah perdebatan para wakil rakyat dan kali ini tentang siapa yg pantas menjadi KAPOLRI. Dan topik terhangat dalam perdebatan tersebut ada calon KAPOLRI yg terlibat kasus korupsi. Tapi yg gue bingung, orang pilihan presidenlah yg menjadi tersangka "Budi Gunawan". Sebelumnya coba lo baca artikel ini "http://nasional.kompas.com/read/2015/01/13/17104511/Nasdem.Budi.Gunawan.Tersangka.KPK.Menampar.Muka.Presiden.Jokowi" Lah kok pas calon dipilih presiden, KPK langsung mengatakan bahwa pak budi itu tersangka korupsi. Tamparan yg sangat pedas "aaawwww". 

Sumber : Google coy
Yg gue bingung, kenapa gak sebelum-sebelumnya aja kpk ngenuduh pak budi sebagai tersangka, daripada pas dipilih presiden calonnya, baru menjatuhkan tuduhan, kalo kaya ginikan urusannya jadi runyam. DPR debat lagi. Kayanya ada permainan politik yg gak suka kalau pak budi jadi kapolri, dan pihak tersebut mencari kesalahan sekecil-kecilnya yg pernah dilakukan pak budi, dan kasus korupsi penyuapan yg diterima oleh pak budipun menyebar. Tapi yg perlu dipertimbangkan itu benar atau tidak. Tahukan Politik sekarang yg suka dimain-mainin, itu gak boleh.

Seperti yg udah gue baca di http://nasional.kompas.com/read/2015/01/14/19503641/Jokowi.Mengaku.Sudah.Cek.Rekening.Gendut.Budi.Gunawan.dan.Hasilnya.Wajar" presiden sudah mencek apa pak budi pantas untuk jadi kapolri atau tidak, dan hasilnya presiden menyetujuinya. Ingat presiden kita gak bodoh, dia tahu yg mana yg baik atau enggak buat aparat rakyatnya. Tapi itu bisa menjadi pegangan kita, belum tentu pa budi salah. Tapi dalam hal ini gue gak nganggep kpk gak bener.

sumber : Google coy
"http://nasional.kompas.com/read/2015/01/14/18281101/Di.DPR.Budi.Gunawan.Tunjukkan.Surat.yang.Nyatakan.Rekeningnya.Wajar" Setelah gue baca secara telaah (gue gak ngerti apa artinya telaah), kok gue gak ngenemuin ya bukti bahwa pak budi salah, bahkan KPK tidak menjelaskan secara detail kenapa KPK memberikan status tersangka sama pa budi. Mungkin, gue aja yg gak ketemu sama artikel yg menjelaskan secara detail tentang hal diatas. Tapi KPK harus terus berusaha, karena keadilan perlu ditegakkan. Tapi kasusnya udah lama banget ya 2006 (kaya buku pelajaran aja KTSP 2006). Tapi gue yakin walaupun presiden terlanjur melantik pak budi menjadi kapolri, jika terbukti oleh KPK, presiden pasti langsung ganti kok.

"http://nasional.kompas.com/read/2015/01/15/18415511/.Kalau.KPK.Berhasil.Jadikan.Budi.Gunawan.Terdakwa.Jokowi.Pasti.Menggantinya." Kembali gue ingatin masalahnya, jika pak budi udah dilantik jadi kapolri, tapi ternyata pak budi emang terlibat korupsi. Main ganti sih gampang. Masalahnya, reputasi presiden dimata rakyat itu yg kaya gimana, yg udah ngelantik penjahat. Tapi mudahan aja yg terbaik aja yg terjadi.

Senin, 05 Januari 2015

PELAYANAN PUBLIK UNTUK KESEHATAN "FORUM ASPIRASI MASYARAKAT"

Saya paling senang jika berjalan-jalan disebuah mall. Disuguhi pelayanan yg sangat memuaskan. Ya tentunya lah pelayanan ramah, sangat sempurna yg saya rasakan. Bahkan, disetiap store yg ada dimall tersebut mempunyai standar pelayanan yg sama. Saya membayangkan jika standar suatu instansi swasta ataupun pemerintahan seperti itu. Dunia memang tidak sempurna.
Sumber : Google
     Berbicara tentang pelayanan, saya sering dengar keluhan-keluhan tentang pelayanan publik tentang kesehatan. Apalagi tentang ASKES. Maaf ya, saya membahas itu. Segala macam lontaran-lontaran ketidak puasan keluar dari orang tentang ASKES tersebut, padahal gratis kan katanya, tapi dikomplain. Mungkin ada itu ataupun tidak ada, kondisinya sama saja. Mungkin saya tidak pernah sih merasakan berobat menggunakan ASKES, soalnya saya kalau sakit lebih memilih berbaring dirumah tanpa kerumah sakit ataupun puskesmas.

Tapi ini benar-benar mengganggu pikiran saya. Nampaknya ini perlu dibahas. Nah, dikesempatan kali ini saya diberi moment untuk meminta aspirasi dari kedua orang yg tampan dan cantik dibawah ini. Mari kita lihat berbagai pendapat yg mungkin bisa menjadi wakil dari perasaan orang-orang yg pernah merasakan pelayanan publik tentang kesehatan tersebut.

Tingkatkan Pelayanan Tanpa Memandang Status Sosial “MANSYUR”

Mansyur "Karyawan Swasta"
Pelayanan publik seharus tidak pandang bulu, baik itu kaya atau miskin, pejabat bahkan buruh. Karna apabila pelayanan itu ada ketimpangan maka itu bukan dinamakn pelayanan, karena sejatinya sudah jelas namanya aja pelayanan. Pelayanan itu kan artinya suatu sikap dimana kita memposisikan diri atau pengabdian seseorang terhadap halayak orang banyak.

Untuk pelayanan publik. Kalau pengalamankan pastinya beda-beda, pelayanan yg di bantu pemerintah sama yg menggunakan biaya sendiri, jauh sangat berbeda. Kenapa, kalau pelayanan yg di bantu pemerintah itu kan free, yaaa paling bayar sedikit. Itu ibarat botol isi nya ga full masih setengah-setengah. Mungkin pemikiran karena free jd mereka menggap biasa aja, beda dengan yg bayar itu pasti pelayanannya lebih cepat karena mereka langsung dapat duit dan di bayar oleh pasien.

     Coba kita liat di RS pemerintahan banyak masyarkat yg terabaikan pelayannya, bahkan terlantar. Itu krna mereka menggunakan kartu sehat yg dimana itu dibiayai pemerintah.
Jadi kalau mnurut ku percuma aja di adakan kartu sehat kalau pelayanannya kurang maksimal, meskinyakan dengan di adakan hal itu mereka petugasnya lebih tau mana yg urgent mana yg tidak.

Masyarakat Perlu Cerdas Memanfaatkan Pelayanan Publik Tersebut “FITRIA”

Setuju sih, memang biasanya pelayanan publik itu tidak sememuaskan iklan peresmian pelayanan tersebut. Seperti halnya dibidang kesehatan.
Memang benar pelayanannya tidak bagus bahkan bisa dibilang buruk. Padahal penggratisan disini juga menggunakan dana pemerintah. Tapi, ada beberapa orang yg bilang bahwa pelayanannya bagus. Yg jadi masalah, apakah pihak pelayanannya yg memang kurang memperhatikan tentang pelayanannya atau masyarakatnya yg kurang bersyukur.

Fitria "Mahasiswa"
Contoh askes, pasien yg menggunakan ASKES untuk berobat untuk pelayanannya kurang maksimal. Untuk pengobatan yg menginap, ruangan yg seadanya, terus 1 ruangan bisa sampai 10 orang. Boro boro AC, kipas angin pun tidak ada. Mungin karena memang anggaran yg diberikan Negara cuma cukup buat itu saja. Kalau dipikir anggaran yg diberikan pemerintah sudah besar, tapi faktor banyaknya masyarakat kurang mampu yg sakit menjadikan anggaran itu kecil. Ya mau bagaimana lagi, tidak ada orang yg mau sakit.
Tapi menurut saya ini lebih kepada masyarakat bagaimana menggunakan fasilitas ini sebenar-benarnya, faktor miskin bukan alasan untuk tidak bisa mengelolanya dengan cerdas.
Kalau sudah berobat, petugas pengobatan bilang nya “untung juga di obatin, ya asal di obatin ajalah”, padahal pengobatan yg di dapat gak seharusnya begitu. Jadi pihak pelayanan yg lain juga bilang kaya gitu, ngikut asal asalan aja deh ngobatinnya dan keterusan asal asalan terus.

Kalau saya sih gak nyalahin pihak pelayanan publik nya, menurut saya emang masyarakatnya yg tidak mengerti dan bahkan tidak tahu bagaimana cara ngefungsiin pelayanan tersebut.

@@@@@

Sumber : Google
Berbagai macam pendapat. Mungkin bisa menjadi renungan. Tapi aneh ya, ASKES sangat paranoid didalam pelayanan publik di bidang kesehatan. Semoga bermanfaat.

suaradarijalanan.blogspot.com