Penulis : Ramadani
Idaham
Twitter : @Ramadani_Idaham
E-mail : Ramadani_Idaham@yahoo.co.id
| Sumber : Google |
Kata orang Banjarmasin kota seribu sungai, memang benar Banjarmasin mendapat
sebutan kota seribu sungai ketika dulu. Sekarang sebutan seribu sungai itu
mulai hilang. Kenapa ? Karena sungai-sungai yang dulu ada sekarang ini mulai
berubah menjadi lahan tempat tinggal, pertokoan dan gedung bertingkat. Padahal
kota Banjarmasin berada dibawah permukaan laut yang menyebabkan rentan terkena
banjir.
Kalau zaman dulu, Banjarmasin dimusim hujan masih bisa tidak kebanjiran
walaupun dibawah permukaan laut karena banyaknya sungai-sungai yang tersebar di
Banjarmasin, baik itu sungai besar maupun sungai kecil. Sungai-sungai tersebut
menjadi penampung air dikala musim hujan dan cadangan air dimusim kemarau.
Coba kita bandingkan dengan keadaan kota Banjarmasin sekarang ini, pembangunan
perumahan, pertokoan dan gedung bertingkat diatas sungai-sungai kecil yang
menyebabkan sungai-sungai tersebut menyempit dan menghilang. Jadi pantas saja kalau
musim hujan tiba, ada beberapa daerah di kota Banjarmasin yang sudah merasakan
banjir.
Sungai besar yang ada di kota Banjarmasin juga sangat mengkhawatirkan
keadaannya. Sampah yang dibuang masyarakat sekitar ke sungai mulai memenuhi
sungai tersebut. Akibatnya sungai tersebut menjadi dangkal. Belum lagi
pencemaran air yang disebabkan limbah pabrik dan masyarakat sekitar yang masih
BAB di sungai dan membangun rumah di daerah bantaran sungai membuat lebar
sungai menyempit.
| Sumber : Google |
Saya cuma mengkhawatirkan, kalau pembangunan yang terjadi di kota Banjarmasin
tanpa memikirkan keadaan geografis kota Banjarmasin yang berada di bawah
permukaan laut yang sejak dulu bergantung pada sungai-sungai besar dan kecil
untuk menampung air yang melimpah saat musim hujan dan menjadi cadangan air
dikala musim kemarau, maka bukan tidak mungkin Banjarmasin mengikuti jejak kota
Jakarta.
Lewat tulisan ini, saya menghimbau kepada semua lapisan masyarakat. Baik itu
pemerintah dan masyarakat kota Banjaramasin agar menjaga sungai-sungai yang ada
saat ini. Jangan sampai sebutan kota seribu sungai hanya tinggal nama dan
menjadi sebutan belaka.
suaradarijalanan.blogspot.com

Tidak ada komentar :
Posting Komentar