Rabu, 25 Maret 2015

PAPAN KETERANGAN TANAH SENGKETA DI JALAN VETERAN YANG BARU DIGUSUR

Gue liat penggusuran panjang dijalan veteran. Kaya habis kebakaran, terus bikin tata kota disana jadi jelek banget. Tapi, ini awal untuk tata kota yang lebih baik.

Ada hal yang ngebuat gue tertegun dijalan veteran tersebut. Disebabkan saat ngeliat papan. Ya papan. Agak sedikit aneh ya jadi ngebahas papan. Tapi maksud gue adalah papan keterangan yang ada tulisannya. Yang tertanam dengan tegak dibeberapa tanah gusuran disepanjang jalan veteran tersebut. Oiya, untuk jalan veteran letaknya deket Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Gue ngeliat papan tersebut bertuliskan "Tanah Sengketa, sedang diperadilkan di Pengadilan Negeri Banjarmasin" ya sejenis kaya gitulah. Sebenarnya geram sih ngeliat kaya gituan. Gue berpikir kaya gini "Pasti harga yang dibayar pemerintah kepemilik tanah yang bersangkutan kurang menarik. Kok demi tata kota yang lebih baik malah itung-itung an sih".Kalo logikanya, pemerintah bakalan menghargai sesuai pangsa pasar untuk pembelian tanah tersebut.

Hmmm, mungkin kaya gini. Sang pemilik tanah berpikir "Pemerintah zaman sekarang terlalu banyak yang korupsi. Jadi dalam hal ini, daripada uangnya ditotol pemerintah, mending gue mahalin aja nih harga tanah". Imez pemerintah sudah buruk dimata rakyat.

Tapi bisa ajakan hal yang kita bicarain diatas terjadi karena pemilik tanah gak mempunyai surat-menyurat tanah yang lengkap. Dan hal diatas akan tetap menjadi ambigu hehe

Sabtu, 07 Maret 2015

PIKIRKANKANLAH JUGA PARA KARYAWAN SWASTA WAHAI PEMERINTAH

"Enaknya kerja. Punya penghasilan sendiri. Belanja sesukanya. Pokoknya bebas. Dan setiap apa yang kita perjuangin, pasti ada hasilnya"

Itulah kebanyakan pemikiran yang dipikirin waktu kita sekolah dulu. Walaupun lo mengelak, bahwa lo pernah mikirin itu. Tapi coba tanya temen lo, pasti pernah mikirin itu. Kalo temen lo mengelak juga bahwa dia mikirin itu, coba tanyain temennya temen lo. Kalo temennya temen lo juga mengelak gak mikirin itu, coba tanyain temennya dari temennya temen lo. Tapi kalo masih mengelak juga, coba tanyain temennya dari temennya dari temennya dari temennya temen lo. Kaya gitu terus sampai kiamat.

Gak usah dibicarain.

     Dunia pekerjaan emang menyenangkan. Dan akan lebih menyenangkan saat akhir bulan. Pasti lo faham.

     Gue mau nanya, habis sekolah ataupun habis kuliah, mau ngapain?

Pasti cari kerja.

Nah, cari kerja itu tergantung. Mau dijalan swasta atau dijalan negeri. Wiraswasta atau pegawai negeri.

Tapi kebanyakan orang bakalan melamar diperusahaan untuk menjadi karyawan swasta, setelah gagal menjadi pegawai negeri. Kebanyakan. hehe.

     Pertanyaannya lagi, kenapa orang lebih memilih untuk menjadi pegawai negeri daripada karyawan swasta?

Tentu aja dong orang lebih memilih pegawai negeri. Gajihnya selangit.

     Berkaitan dengan pegawai negeri. Masyarakat sering mempertanyakan kinerja mereka, apakah sebanding dengan gajih mereka? Namanya juga pelayan publik, wajarlah dikritik. Tapi mereka itu macam-macam, ada yang kerja serius dan ada yang kerja gak serius, itu alami men.

Nah, dipemerintahan baru. Untuk kinerja pegawai  negeri di efektifkan. Bahkan pengadaan rapat di hotel-hotel mewah yang dibiayai pemerintah, ditiadakan. Mendengar hal itu banyak opini masyarakat yang bertebaran.

Masyarakat biasa : "Mampus tuh gak bisa seneng-seneng lagi hehe".

Karyawan swasta cuci mobil : "Biasa aja".

Karyawati warung jablay : "Kopi tetep harga 20ribu secangkir, gak ngaruh".

Karyawan Hotel : "Sangat merugikan. Sebagian besar omzet yang kami dapatkan, adalah dari situ".

Gue terpaku pada pernyataan si karyawati warung jablay, eh, karyawan hotel maksud gue.

     Bener sih pemerintah, memang melakukan hal itu untuk ke efektifitas an kinerja pegawai negeri. Tapi, sebelum bertindak pasti ada resiko. Untuk rapat diperhotelan di tiadakan, tapi gajih pegawai negeri dinaikan. "Demi ke efektifitas an kinerja pegawai negeri".

Pemerintahkan bertanggung jawab atas apa yang ada dalam negaranya, semuanya.
Pegawai negeri emang harus dipikirkan. Tapi problem lain harus dipikirkan juga. Contohnya dampak yang dirasakan bidang bisnis perhotelan karena hal itu. Gue cuma bicarain dan cari info dibisnis hotel aja, gak dibisnis lain. Jadi, gak usah mikir macam-macam.

     Sekarang gue baru dapat kabar, bahwa perhotelan banyak yang melakukan "PHK besar-besaran" kepada karyawannya, agar menyeimbangan pendapatan mereka. Dan pengangguran bertambah lagi di Indonesia.

(Thanks google atas fotonya)

Rabu, 18 Februari 2015

PERGANTIAN VISI MISI INDONESIA SETIAP 5 TAHUN

"Sebenarnya gue hamil" Gue bingung kenapa jadi ngenulis tulisan gak jelas kaya gituan. Oke, kita perlu serius.

Berbulan-bulan lalu Indonesia baru aja ngedapet sesosok presiden baru. Banyak pesta dari kubu partai yang berpesta akan kemenangannya, karena calon dari partai tersebut jadi pemenang. Presiden baru, Visi Misi baru lagi.
Sumber : Google
Tapi nyadar gak "Presiden baru, awal baru lagi". Maksud dari kata-kata yang gue tulis itu ialah "Belum selesai visi misi presiden sebelumnya, udah diganti sama visi misi Presiden baru lagi" (Gue nyadar, penjelasan gue kurang signifikan). Kok keliatan labil ya?

Sebelumnya gue perlu beri tau kamu (pembaca), gue nulis nih tulisan dibioskop kawasan Banjarmasin. Dan kebetulan dideket tempat gue duduk, ada remaja cina cabe-cabean sexy yang bikin gue gak fokus. Astagfirullah, goblok banget sih gue.

Gue gak tau kenapa gue jadi majang foto ayu ting-ting? (Sumber Google)
Kembali ketopik. Berhubungan dengan visi misi yang berubah tiap 5 tahun sekali. Pasti visi misi Presiden baru jauh berbeda sama presiden sebelumnya.
Kalo gitukan bikin Indonesia pas mau finish ditujuannya, gak selese karena terhalang sama presiden baru sama visi misi barunya. Mulai dari awal lagi.



Visi misi presiden sebelumnya lebih fokus ke Ekonomi, belum sampai puncaknya, eh udah diubah sama visi misi presiden barunya yang lebih fokus dipenegakan hukum. (Gue gak tau visi misi presiden baru sama presiden sebelumnya didunia nyata, jadi yang gue bicarain diatas cuma perumpamaan)
Terus bagaimana penyelesaiannya. Gue gak tau? Hehe

Tapi menurut gue...... Eh, film yang gue mau tonton udah mau mulai. Announcernya udah koar-koar kaya orang lagi beranak. Gue kasian, mending gue masuk aja ke studio. Ngomong-ngomong, gue udah lupa apa yang mau gue tulis tadi. Jadi, sampai berjumpa lagi :D.

KOTA BERKARAKTER :D

Kemaren gue jalan-jalan kesebuah kota yang mungkin kota tersebut menurut gue keren. PALANGKA RAYA. Gue salut sama tuh kota, karena mereka memperlihatkan karakter mereka yaitu kota yang penduduknya mayoritas dayak.
 
Aksi anak-anak Palangkaraya, keren abis kalian (sumber : Google)
Gue lihat banyak sekali rumah-rumah adat dayak. Gedung perkumpulan orang-orang dayak.
Palangka Raya itu kota berkembang, dan gue berharap walaupun Palangka menjadi Kota maju dikemudian hari, semoga tetep jadi kota yang berkarakter.
 
Cantik banget ya sungai di kota Banjarmasin ini (sumber : Google) Tuh disamping kanan atas ada nama yang ngemoto :D
Tidak jauh dengan kota berkarakter. Kota gue juga mempunyai karakter. Seperti selogannya "Kota Banjarmasin, Kota Seribu Sungai". Seperti yang gue liat, dikota gue ini emang banyak banget sungainya. Keren. Berkat itu, gak memungkinin kota ini buat banjir. Tapi disayangkan, sekarang sungai-sungai tersebut sudah tercemar akibat sampah-sampah yang dibuang oleh penduduk. Jangankan untuk dikonsumsi, dilihat aja gak enak.

Gue selalu berusaha gak buang sampah disungai, walaupun gue sadar lebih dari 1000 masyarakat Banjarmasin membuang sampahnya ke sungai Banjarmasin. Tapi gue berharap mereka sadar, agar tidak membuang sampahnya ke sungai. Karena kasiankan Banjarmasin, gara-gara kita buang sampah terus-menerus kesungai, kita bakalan kehilangan sungai yang menghiasi kota Banjarmasin.

KETIKA MORAL DIRACUNI KEMAKSIATAN PERKOTAAN

"Kota besar tempatnya orang-orang mempertaruhkan nasibnya" Itu yang gue pikirin waktu ngeliat Jakarta yang tiap tahunnya kedatangan perantau dari berbagai tempat di Indonesia. Gak usah jauh-jauh, tempat gue tinggal sekarang (Banjarmasin) udah jadi tempat para perantau mengadu nasib. Entah untuk cari kerja ataupun sekedar kuliah. Tapi gue bersyukur, dikota ini lah gue bisa bersilaturahmi sama berbagai orang-orang yang dari tempat jauh.
Foto yang gue temuin di Google ini adalah gedung yang keren di Banjarmasin
Gue suka sama mereka, sopan banget. Tapi bukan berarti kaum gue banyak yang gak sopan, sebagian dari kami sopan kok (Iya, sebagian).

Perlu gue ceritain, waktu SMP, gue dulu pernah tinggal dikota yang tidak terlalu besar dan jauh dari Banjarmasin, ya bisa dibilang adalah tempat yang melekat dengan nuansa religius. Gue punya temen juga disana (Yaiyalah). Tapi udah lama banget ya kalo ngomongin SMP dulu. Kita sekarang dimasa dewasa. Dan dimasa dewasa ini, banyak temen-temen SMP gue dulu yang pindah ke Banjarmasin buat ngelanjutin kuliah. Dan sekarang, kebanyakan dari mereka kejebak naluri kota, bukan temen-temen gue aja sih, orang lainpun pastinya bisa aja kejebak. Seperti kejebak sama nuansa diskotik, karena sebelumnya mereka gak pernah ngerasain itu. Masalah narkobapun bisa dengan mudah meracuni mereka. Bahkan, pergaulan bebaspun gak luput dari incaran mereka. Tapi gak semua temen smp gue dulu lo yang kejebak, ada sebagian temen gue yang gak kejebak (Iya, sebagian :D)

Diatas kita ngebicarain remaja yang dari stabil jadi Labil. Terus gimana bagi perantau yang mengadu nasib, untuk rezekinya?

Cenderung lebih banyak yang gak beruntung daripada yang beruntung. Yang udah beruntung, gue ucapin selamat menggunakan bahasa Banjar "Nah, kambang gasan pian".

Kembali gue bertanya “Gimana kalau yang gak beruntung? Walaupun gue denger ini cuma sekedar gosip, tapi WOW banget menurut gue. Tau gak, ada gosip seorang perantau, yang akhirnya menjadi germo, bahkan ada yang menjadi pelacur, dan adapula yang menjadi pengedar narkoba. Astagfirullah.

Itu bukan bagaimana kita menjadi air yang mengalir jernih ataupun mengalir keruh. Tapi bagaimana kita membuat air itu mengalir ke arah yang seharusnya.

HUKUMAN MATI KASUS NARKOBA!!!

Foto cewek yang gue dapet dari google ini, katanya nangis karena menjadi tersangka kasus narkoba
Hebat banget Indonesia gue. Udah serius  ngeberantas kasus Narkoba. Seperti halnya hukuman mati yang kita lihat ditv.

Enggak cuma orang Indonesia sendiri. Bahkan orang luar Negara Indonesia yang jualan narkoba Indonesiapun ditindak tegas. Abisss, goblok banget sih. Kok ngehancurin moral di Negara orang. Kenapa gak ngehancurin moral di Negaranya sendiri. Orang yang kaya gitu sih emang pantes di mampusin (Jujur sebenernya gue kasian sama mereka).

Gue emang yang amat terpengaruh kalau dihadepin sama hal kaya gituan, info dimanapun gue telusurin, termasuk internet. Sampai gue ketemu sama situs yang ngebuat pikiran gue kebingungan, coba lo baca ini http://m.liputan6.com/news/read/2162072/beda-nasib-rani-andriani-dengan-2-sepupu-yang-dapat-grasi-sby.

Pas gue udah selesai ngebaca. Kok gue bingung? Gembong narkoba di ampuni yang jadi kurirnya malah tetap dihukum mati. Disitus itukan gue ngebaca, ada 2 orang gembong narkoba terus ada 1 kurir, jadi ke 3 orang tersebut ketauan jadi 'pemasok narkoba' oleh polisi. Abis itu mereka ditangkap. Dibawa kesidang, sampai pada akhirnya mereka divonis mati. Abis itu, ketiga tersangka tersebut mengajukan pengampunan ke presiden. Hasilnya, 2 orang diampuni, 1 orangnya gak ada jawaban (Otomatis tetep dihukum mati). Tapi coba lo pikirin men, 2 orang yang diampuni seperti yang gue bicarain diatas ialah gembongnya, sedangkan 1 orang yang gak dijawab pengampunannya kok malah kurirnya. Situasi yang bener-bener biadab.

Kenapa ya, yang lebih berdosa malah diampuni. Tapi yang tidak lebih berdosa sebaliknya. Itu dizaman kepemimpinan SBY lo? Pertannyaan gue sekali "APA SIH YANG DIPIKIRIN SBY?"

Kalau mau ngehukum, sesuaiin aja dong. Gak perlu deh, mainin hukum yang tajam kebawah tapi tumpul keatas.

Senin, 02 Februari 2015

MENURUT PENULIS DARI 99 CAHAYA DILANGIT EROPA

Gue ketemu di Google foto diatas, jadi langsung gue share aja.

Suatu kehormatan buat gue, bisa ketemu sama penulis 99 Cahaya di Langit Eropa. Awalnya pada acara bookfair dan mas Rangga yang di Undang Gramedia ke Bookfair Banjarbaru tersebut melakukan talk show tapi sekarang mas Rangga sudah pada sesi tanya jawab. Gue gak mau ketinggalan untuk bertanya dimomen tersebut. Dan gue bertanya.

"Mungkin ada saran untuk penulis agar tulisannya tersebut bisa menjadi tulisan yang berkualitas" jauh berbeda dengan pertanyaan orang-orang yang sebelumnya bertanya. Dan akhirnya mas Rangga menjawab.

"Mas Bambang penulis juga?"

"Iya mas rangga, masih proses"       

"Bagus banget" Menyanjung, lalu melanjutkan "Jadi ya mas bambang, menulis itu harus dengan perasaan bukan dalam keadaan terpaksa. Hanum, disaat menulis, dia sampai mengeluarkan air mata saking dia merasakan kejadian yang dia tulis. Jadi lembaran buku itu sudah biasa basah, karena hal itu" Lalu dia meneruskan "Satu lagi, harus dikejar deadline. Contohnya saja, saat kita dikejar deadline kita akan lebih cepat menulis apa yang ingin kita tulis. Tanpa kita sadari, sebenarnya kita sedang berlatih dan akhirnya terbiasa. Bahkan salah satu buku yang kami terbitkan ada yang ditulis dengan waktu 1 bulan saja".

Gue terkagum-kagum, gak masuk akal buku tebel bisa diselesein dalam 1 bulan, tapi itu nyatanya.
Jawaban dari pertanyaan gue udah selesai dan lanjut kepertanyaan orang lain. Abis itu gue langsung menyapa mba Tanti yang kebetulan menjadi mc saat itu (mba tanti dari gramedia juga makanya gue kenal), terus gue minta izin foto sama mas Rangga serta minta ttd mas Rangga dibuku 99 cahaya dilangit Eropa yang gue punya.

"Mba, bisa gak saya minta foto sama mas Rangga sekalian ttd nya dibuku ini" sambil menunjukkan buku tulisan mas Rangga dan mba Hanum tersebut.

"Oh, bisa banget bambang" Lalu melihat antrian hadirin yang ngeliat talkshow mas Rangga yang sedang sibuk pengen minta ttdnya, kembali bicara lagi sama gue "Nunggu dulu gakpapakan bang?". Guepun mengiyakan "Besok mas Rangga mau ke Gramedia Veteran. Kata mas Rangga mau bertemu karyawan-karyawan Gramedia Veteran Banjarmasin" Lanjut mba Tanti.

"Wah, yang bener mba?" setengah gak percaya.
Before
After

Tak lama kemudian akhirnya gue berfoto dan mendapat ttd mas Rangga, guepun beranjak dari tempat itu, karena acara sudah selesai.

Jadi inget pertama gue masuk kedalam kawasan bookfair tadi. Gue denger mas Rangga, ngebahas tentang isu teroris yang mengatas namakan Islam seperti artikel gue di http://suaradarijalanan.blogspot.com/2015/01/teroris-yang-mengatas-namakan-islam.html Kayanya menarik banget buat dibikin referensi pertanyaan besok.

Keesokan harinya ditempat kerja, briefing pagi lebih awal. Ternyata emang bener mas Rangga ke Gramedia Veteran Banjarmasin, tanpa mba Hanum dari kemarin, dan mas Rangga menjelaskan bahwa mba Hanum sedang menjalani operasi kelahiran anak.

Mas Rangga melakukan Talkshow bersama karyawan disini. Setelah itu, acara yang gue tunggu-tunggu, ialah sesi tanya jawab. Dan kebetulan gue ngeliat trailer buku setelah 99 Cahaya Dilangit Eropa yang berjudul Bulan Terbelah di Langit Amerika sedikit menyentil tentang terorisme. Kayanya mas Rangga mencoba memancing gue.

"Saya mau nanya mas, ada 2 pertanyaan. Pertama, seperti yang saya liat trailer buku Bulan Terbelah di Langit Amerika yang baru anda tampilkan sedikit menyinggung Isu terorisme yang mengatas namakan Islam. Menurut anda bagaimana dengan isu tersebut? Dan yang kedua apakah perbincangan ini boleh saya muat didalam artikel di blog saya".

"Saya menjawab pertanyaan no 2 terlebih dahulu ya. Sangat boleh, nanti saya bakalan share ke media sosial saya" Dengan senyum menyemangati, lalu melanjutkan pembicaraan "Dan jawaban saya dipertanyaan anda yang pertama. Sangat disayangkan sekali isu tersebut. Didalam Al-Qur'an Islam itu adalah agama damai. Dan yang kita tahu Terorisme itu ialah penebar ketakutan dan kekacauan. Jadi tidak hak untuk Islam dihubung-hubungkan dengan terorisme, karena artinya berlawanan. Apakah teroris berhubungan dengan Islam? Tentu tidak. Dan sangat-sangat disayangkan pula, banyak yang menyalah artikan Jihad adalah perang suci sedangkan didalam Al-Qur'an perang suci itu tidak ada. Jihad menurut saya bisa diartikan mengajarkan ilmu kepada orang lain, dan bisa diamalkan kemudian dibagi ke orang-orang sekitarnya. Dan itu jauh lebih baik daripada perang".
Gue merasa mas Rangga sebenarnya berusaha menyampaikan bahwa Islam sudah dipropokasi. Tapi perasaan gue itu hanya, MUNGKIN.


Usai acara, kami berfoto bersama. Dan kata-kata mas Rangga saat itu yang teringat sampai sekarang ialah "Sudah saatnya kita foto bareng. Bambang fotonya disamping saya saja ya".