Senin, 22 Desember 2014

ANTARA KERJA DAN BAYAR TEBUSAN? "ORASI"



GUE interview hari ini ditempat kerja baru. Alhamdulillah, akhirnya gue bisa cari uang lagi. Sebenarnya dalam panggilan interviewkali ini gue agak ragu-ragu, gue gak tau apaan yg buat gue ragu. Tapi tetap gue jalanin aja. Sesampainya disebuah perusahaan tersebut, gue menunggu sekitar 30 menit lebih, sampai pada akhirnya giliran gue untuk interview. Masuk dalam ruangan. Keluar, dan besok gue udah dipersilahkan kerja.

Sumber : Google
Besok kemudian, ditempat kerja..
Sebelum kelapangan kerja, gue keruangan interview dulu. Yaudah, gue ikutin aja intruksi tersebut.
“Bambang, ini ada berkas perjanjiannya. Baca dulu” Bapak HRD bicara sama gue.
“oiya pak” Gue jawab.
Setelah membaca surat perjanjian tersebut. Gue lebih memilih untuk balik kanan bubar jalan dari perusahaan itu. Gak jadi kerja. Pasti pembaca bingung kenapa gue ngelakuin hal demkian. Nanti gue jelasin.
Dunia pekerjaan sekarang memang sempit, penindasan dalam dunia pekerjaan memang sesukanya. Tapi, namanya juga pekerjaan, kalo enak itu bukan kerjaan.
           Suatu yg membingungkan dalam dunia pekerjaan, ada saja perusahaan yg mencari keuntungan secara halus kepada karyawan. Pasti sering dengarkan perusahaan yg menuntut karyawan barunya untuk menjaminkan berkas sensitif atau kita contoh iyalah ijazah karyawan baru tersebut. Kata pimpinan perusahaan, itu agar karyawan tidak pergi begitu saja pada perusahaan, disaat resign agar berhentinya secara baik-baik. Pertanyaannya, kenapa disaat karyawan mengajukan resign, untuk mengambil jaminan tersebut perlu uang tebusan? Konyolkan.
sumber : suara dari jalanan
Itulah yg gue rasain saat gue ngebaca surat perjanjian diperusahaan dimana gue melamar pekerjaan yg udah gue ceritain diatas. Didalam surat perjanjian tersebut dikatakan, bahwa karyawan yg bergabung dengan perusahaan tersebut harus menjaminkan bpkb atau ijazah terakhirnya. Terus gue baca juga, seandainya karyawan tersebut mengiginkan untuk resign, maka pengajuan dilakukan 1 bulan sebelum pengajuan resign. Contoh kita mau resign tanggal 30, agar kita mendapat berkas jaminan kita, tentunya harus mengajukan pada tanggal 1. Simple. Tapi konyolnya, saat kita mengajukan resign pada tanggal 1, kita harus tetap bekerja sampai dengan tgl 30 (1 bulan kerja), dan pada tanggal 30 kita akan mendapatkan berkas kita, tapi kita tidak menerima gaji 1 bulan kerja kita tersebut. Kerja tanpa gajih, untuk mengambil berkas kita yg kita jaminkan. Kalau dipikir lagi, itu sama saja membayar tebusan jaminan kita, dengan uang 1 bulan gaji yg kita dapat. Kaya penculikan aja. Konyolkan, hee
            Yaudah, ini zaman modern bung gak usah deh perusahaan pakai sistem malu-maluin kaya gitu. Please cari rejeki halal, jangan cara malak kaya gituan.

Program Suara Dari Jalanan, didukung oleh :
1. Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Banjarmasin
2. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UNISKA Banjarmasin

Tidak ada komentar :

Posting Komentar