![]() |
| Google.com |
Selasa, 22 September 2015
FORUM ASPIRASI MASYARAKAT : WAHYU FITRIADI TENTANG ISU PENGEMIS KECIL JALANAN YANG DIPAKSA
Senin, 21 September 2015
INTERMEZO : ISU PENGEMIS KECIL JALANAN YANG DIPAKSA
![]() |
| Google.com |
![]() |
| Google.com |
Minggu, 20 September 2015
BENER GAK SIH : RUPIAH, MATA UANG PALING GAK BERHARGA DIDUNIA? INI JAWABAN GUE
Sabtu, 19 September 2015
NIKMATI KEINDAHAN : KE ELOKAN DANAU BIRU
![]() |
| Danau Biru (Gogle.com) |
![]() |
| Seorang teman yang lagi berpose di danau biru |
![]() |
| Eksis bersama |
Kamis, 17 September 2015
NGOMONGAN GRUP MUSIK : KALAYANGAN PAGAT
Rabu, 16 September 2015
TENTANG : RUPIAH ANJLOK, SALAHKANLAH DIRI SENDIRI
Miris juga waktu melihat berita tentang harga rupiah anjlok dikancah internasional terhadap dolar. Walau dampaknya tidak terasa signifikan, tapi menunggu waktu saja sampai dimana dampak tersebut akan sangat terasa. Iya sih, harga barang-barang sudah mahal karena itu semua, tapi percaya gak percaya dampak tersebut bukan hanya sampai disitu. Pasti akan berkembang dimasa yang akan datang.
Nah, kenapa ini terjadi? Siapa yang harus disalahkan? Kebanyakan dari kita pasti menyalahkan pemerintah, padahal pengetahuan kita tentang ekonomi masih minim. Karena yang lain menyalahkan pemerintah, ya kita ikut-ikutan menyalahkan pemerintah. Bukan karena hasil penelitian dari kita sendiri.
Sebenarnya langsung menyalahkan orang lain bukan sepenuhnya hal yang benar, mungkin sangat teramat salah. Coba kita intropeksi dari diri kita sendiri. Hal kecil seperti kebanyakan pakaian yang kita kenakan yang bermerk luar negeri, piring-piring didalam rumah yang berlogo made in cina, dan produk luar negeri yang lainnya membuat kita sangat bergantung dengan barang-barang yang dikirim dari luar negeri. Kalau sudah begitu, ya tentu dong rupiah anjlok!
Seandainya kita sadar, penghambat ekonomi Indonesia karena diri kita sendiri dan ke egoisan yang selalu menyalahkan. Kita perlu merubah kebiasaan lama, cintai produk lokal. Yakinlah, jika kita tidak bergantung dengan produk luar negeri, Indonesia ekonominya pasti bagus. Paling tidak, meminimalisir daripada saat ini. Sadar diri dan intropeksi diri.
(?)
Tiap harinya SUARA DARI JALANAN™ selalu ada artikel baru. Buat info artikel terbarunya, kunjungi akun sosmed gue dibawah ini :
Twitter : @bmbngh
Instagram : bmbngh
Pin bb : 545CC7C4
Email : bambanghariyadi49@gmail.com
Selasa, 15 September 2015
FORUM ASPIRASI MASYARAKAT : HERY R.A TENTANG RUMAH ILEGAL SI MISKIN YANG DIGUSUR
Melihat kalangan miskin yang tidak sanggup membeli sebuah rumah, sehingga mereka menempati rumah ilegal, sudah menjadi hal biasa di Indonesia. Tapi sayang, rumah tersebut harus digusur karena status ilegalnya. Pertanyaannya, apakah orang miskin tidak pantas memiliki rumah? Walau sebenarnya menempati rumah ilegal adalah sesuatu yang tidak benar, tapi nampaknya tidak ada pilihan lain bagi mereka. Ya kita tahu, faktor ekonomilah yang menjadi alasan mereka melakukan itu semua.
Bagaimana pendapat masyarakat tentang hal itu? Pada kesempatan kali ini, saya bertemu dengan seorang yang sangat aktif didunia modelling dan fashion, tetapi beliau sangat perduli dengan kehidupan sosial para orang pinggiran. Beliau bernama HERY R.A. Grand Finalis Nanang Galuh 2013 ini bersedia untuk membagikan Aspirasinya tentang topik yang telah kita bahas diatas dan berkaitan dengan artikel yang saya posting kemarin RUMAH SI MISKIN YANG TAK BERSURAT.
Bagaimana aspirasinya tentang hal tersebut. Ayo kita simak bersama-sama.
@@@@@
BERI SOLUSI SEBELUM MELAKUKAN PENGGUSURAN "HERY R.A"
Memang merasa prihatin juga disaat melihat penggusuran yang dilakukan pemerintah kepada rumah-rumah orang miskin. Padahal disana adalah satu-satunya tempat tinggal mereka. Yang pastinya mereka kebingungan harus tinggal dimana ketika rumah mereka digusur. Itulah sebabnya, kita juga sering melihat pemberontakan yang dilakukan orang-orang miskin ketika penggusuran terjadi.
Kita mengetahui, bahwa penggusuran terjadi bertujuan baik, untuk pembangunan Negara. Tapi, apakah yang dilakukan langsung gusur begitu saja?
Nampaknya pemerintah yang bersangkutan perlu berunding terlebih dahulu dengan pihak yang digusur. Beri solusi, seperti rumah susun yang disanggupi simiskin untuk bayarannya mungkin bisa menjadi alternatif jika simiskin tersebut sebelumnya meninggali rumah yang ilegal. Bagaimanapun, simiskin mempunyai hak juga di Indonesia ini. Jangan tinggal gusur begitu saja. Perlu kesepakatan bersama.
Instagram : Hery_ra
@@@@@
Tiap harinya SUARA DARI JALANAN™ selalu ada artikel baru. Buat info artikel terbarunya, kunjungi akun sosmed gue dibawah ini :
Twitter : @bmbngh
Instagram : bmbngh
Pin bb : 545CC7C4
Email : bambanghariyadi49@gmail.com









