![]() |
| Google.com |
![]() |
| Google.com |
![]() |
| Google.com |
![]() |
| Google.com |
![]() |
| Danau Biru (Gogle.com) |
![]() |
| Seorang teman yang lagi berpose di danau biru |
![]() |
| Eksis bersama |
Miris juga waktu melihat berita tentang harga rupiah anjlok dikancah internasional terhadap dolar. Walau dampaknya tidak terasa signifikan, tapi menunggu waktu saja sampai dimana dampak tersebut akan sangat terasa. Iya sih, harga barang-barang sudah mahal karena itu semua, tapi percaya gak percaya dampak tersebut bukan hanya sampai disitu. Pasti akan berkembang dimasa yang akan datang.
Nah, kenapa ini terjadi? Siapa yang harus disalahkan? Kebanyakan dari kita pasti menyalahkan pemerintah, padahal pengetahuan kita tentang ekonomi masih minim. Karena yang lain menyalahkan pemerintah, ya kita ikut-ikutan menyalahkan pemerintah. Bukan karena hasil penelitian dari kita sendiri.
Sebenarnya langsung menyalahkan orang lain bukan sepenuhnya hal yang benar, mungkin sangat teramat salah. Coba kita intropeksi dari diri kita sendiri. Hal kecil seperti kebanyakan pakaian yang kita kenakan yang bermerk luar negeri, piring-piring didalam rumah yang berlogo made in cina, dan produk luar negeri yang lainnya membuat kita sangat bergantung dengan barang-barang yang dikirim dari luar negeri. Kalau sudah begitu, ya tentu dong rupiah anjlok!
Seandainya kita sadar, penghambat ekonomi Indonesia karena diri kita sendiri dan ke egoisan yang selalu menyalahkan. Kita perlu merubah kebiasaan lama, cintai produk lokal. Yakinlah, jika kita tidak bergantung dengan produk luar negeri, Indonesia ekonominya pasti bagus. Paling tidak, meminimalisir daripada saat ini. Sadar diri dan intropeksi diri.
(?)
Tiap harinya SUARA DARI JALANAN™ selalu ada artikel baru. Buat info artikel terbarunya, kunjungi akun sosmed gue dibawah ini :
Twitter : @bmbngh
Instagram : bmbngh
Pin bb : 545CC7C4
Email : bambanghariyadi49@gmail.com
Melihat kalangan miskin yang tidak sanggup membeli sebuah rumah, sehingga mereka menempati rumah ilegal, sudah menjadi hal biasa di Indonesia. Tapi sayang, rumah tersebut harus digusur karena status ilegalnya. Pertanyaannya, apakah orang miskin tidak pantas memiliki rumah? Walau sebenarnya menempati rumah ilegal adalah sesuatu yang tidak benar, tapi nampaknya tidak ada pilihan lain bagi mereka. Ya kita tahu, faktor ekonomilah yang menjadi alasan mereka melakukan itu semua.
Bagaimana pendapat masyarakat tentang hal itu? Pada kesempatan kali ini, saya bertemu dengan seorang yang sangat aktif didunia modelling dan fashion, tetapi beliau sangat perduli dengan kehidupan sosial para orang pinggiran. Beliau bernama HERY R.A. Grand Finalis Nanang Galuh 2013 ini bersedia untuk membagikan Aspirasinya tentang topik yang telah kita bahas diatas dan berkaitan dengan artikel yang saya posting kemarin RUMAH SI MISKIN YANG TAK BERSURAT.
Bagaimana aspirasinya tentang hal tersebut. Ayo kita simak bersama-sama.
@@@@@
BERI SOLUSI SEBELUM MELAKUKAN PENGGUSURAN "HERY R.A"
Memang merasa prihatin juga disaat melihat penggusuran yang dilakukan pemerintah kepada rumah-rumah orang miskin. Padahal disana adalah satu-satunya tempat tinggal mereka. Yang pastinya mereka kebingungan harus tinggal dimana ketika rumah mereka digusur. Itulah sebabnya, kita juga sering melihat pemberontakan yang dilakukan orang-orang miskin ketika penggusuran terjadi.
Kita mengetahui, bahwa penggusuran terjadi bertujuan baik, untuk pembangunan Negara. Tapi, apakah yang dilakukan langsung gusur begitu saja?
Nampaknya pemerintah yang bersangkutan perlu berunding terlebih dahulu dengan pihak yang digusur. Beri solusi, seperti rumah susun yang disanggupi simiskin untuk bayarannya mungkin bisa menjadi alternatif jika simiskin tersebut sebelumnya meninggali rumah yang ilegal. Bagaimanapun, simiskin mempunyai hak juga di Indonesia ini. Jangan tinggal gusur begitu saja. Perlu kesepakatan bersama.
Instagram : Hery_ra
@@@@@
Tiap harinya SUARA DARI JALANAN™ selalu ada artikel baru. Buat info artikel terbarunya, kunjungi akun sosmed gue dibawah ini :
Twitter : @bmbngh
Instagram : bmbngh
Pin bb : 545CC7C4
Email : bambanghariyadi49@gmail.com
Penggusuran menurut gue adalah hal yang sangat-sangat hangat diperbincangan. Dimana ada penggusuran, pasti kehebohan terjadi. Ya tentu heboh, karena itu bukan hal kecil? Penggusuran (Penggusuran rumah/tempat tinggal khususnya) biasanya terjadi karena ada rencana pembangunan tata kota atau masalah surat menyurat yang ilegal. Berkaitan dengan yang namanya sesuatu yang ilegal, itu memang harus dimusnahkan.
Tapi kita harus membuka pikiran. Setiap ke ilegalan yang terjadi, tidak semuanya disengaja, itu semua bisa saja terjadi karena ketidaksengajaan atau tidak adanya pilihan lain. Seseorang yang amat teramat miskin (Gue udah sering ngambil topik ini dalam artikel sebelumnya), tidak mungkin mempunyai banyak uang untuk membeli rumah, setuju. Nah, itu alasan mereka meninggali rumah yang surat menyuratnya ilegal. Kadang, segala hal yang dilakukan karena adanya suatu alasan.
Tapi, bagaimana solusinya? Bahkan gue yang menulis artikel inipun gak tau solusinya apa? Karena ini bukan hal kecil, yang bisa ditemukan solusinya dengan satu otak. Sepertinya, perlu pendapat dari orang lain? Oke, kalau gitu bakalan kita bahas besok lagi.
(?)
Tiap harinya SUARA DARI JALANAN™ selalu ada artikel baru. Buat info artikel terbarunya, kunjungi akun sosmed gue dibawah ini :
Twitter : @bmbngh
Instagram : bmbngh
Pin bb : 545CC7C4
Email : bambanghariyadi49@gmail.com