Minggu, 14 Juni 2015

AKTIFIS BANJARMASIN YANG MENYUARAKAN "SAVE SERIBU SUNGAI"

Minggu pagi di kawasan siring Banjarmasin.

"SAVE SERIBU SUNGAI"

Itulah yang gue liat ditengah sungai besar kota Banjarmasin. Spanduk besar yang bertuliskan hal diatas yang ditarik sebuah perahu kayu dilengkapi 2 orang aktifis.

Pemandangan ini, yang gue anggap itu adalah sebuah perjuangan. Perjuangan untuk menentang mereka para masyarakat yang cuek bebek akan kebersihan sungai yang mengakibatkan pencemaran sungai, penyempitan sungai bahkan sampai penghilangan sungai sekalipun.

Seharusnya sebagai warga Banjarmasin, kita harus menjaga karakter kota kita. Ya dengan memelihara dan bersikap baik akan tempat kita tinggal. Eh malah, kebanyakan dari kita menganggap, sungai di Banjarmasin adalah tempat sampah.

Stop Goblok!! SAVE SERIBU SUNGAI!! Hehe

Rabu, 25 Maret 2015

PAPAN KETERANGAN TANAH SENGKETA DI JALAN VETERAN YANG BARU DIGUSUR

Gue liat penggusuran panjang dijalan veteran. Kaya habis kebakaran, terus bikin tata kota disana jadi jelek banget. Tapi, ini awal untuk tata kota yang lebih baik.

Ada hal yang ngebuat gue tertegun dijalan veteran tersebut. Disebabkan saat ngeliat papan. Ya papan. Agak sedikit aneh ya jadi ngebahas papan. Tapi maksud gue adalah papan keterangan yang ada tulisannya. Yang tertanam dengan tegak dibeberapa tanah gusuran disepanjang jalan veteran tersebut. Oiya, untuk jalan veteran letaknya deket Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Gue ngeliat papan tersebut bertuliskan "Tanah Sengketa, sedang diperadilkan di Pengadilan Negeri Banjarmasin" ya sejenis kaya gitulah. Sebenarnya geram sih ngeliat kaya gituan. Gue berpikir kaya gini "Pasti harga yang dibayar pemerintah kepemilik tanah yang bersangkutan kurang menarik. Kok demi tata kota yang lebih baik malah itung-itung an sih".Kalo logikanya, pemerintah bakalan menghargai sesuai pangsa pasar untuk pembelian tanah tersebut.

Hmmm, mungkin kaya gini. Sang pemilik tanah berpikir "Pemerintah zaman sekarang terlalu banyak yang korupsi. Jadi dalam hal ini, daripada uangnya ditotol pemerintah, mending gue mahalin aja nih harga tanah". Imez pemerintah sudah buruk dimata rakyat.

Tapi bisa ajakan hal yang kita bicarain diatas terjadi karena pemilik tanah gak mempunyai surat-menyurat tanah yang lengkap. Dan hal diatas akan tetap menjadi ambigu hehe

Sabtu, 07 Maret 2015

PIKIRKANKANLAH JUGA PARA KARYAWAN SWASTA WAHAI PEMERINTAH

"Enaknya kerja. Punya penghasilan sendiri. Belanja sesukanya. Pokoknya bebas. Dan setiap apa yang kita perjuangin, pasti ada hasilnya"

Itulah kebanyakan pemikiran yang dipikirin waktu kita sekolah dulu. Walaupun lo mengelak, bahwa lo pernah mikirin itu. Tapi coba tanya temen lo, pasti pernah mikirin itu. Kalo temen lo mengelak juga bahwa dia mikirin itu, coba tanyain temennya temen lo. Kalo temennya temen lo juga mengelak gak mikirin itu, coba tanyain temennya dari temennya temen lo. Tapi kalo masih mengelak juga, coba tanyain temennya dari temennya dari temennya dari temennya temen lo. Kaya gitu terus sampai kiamat.

Gak usah dibicarain.

     Dunia pekerjaan emang menyenangkan. Dan akan lebih menyenangkan saat akhir bulan. Pasti lo faham.

     Gue mau nanya, habis sekolah ataupun habis kuliah, mau ngapain?

Pasti cari kerja.

Nah, cari kerja itu tergantung. Mau dijalan swasta atau dijalan negeri. Wiraswasta atau pegawai negeri.

Tapi kebanyakan orang bakalan melamar diperusahaan untuk menjadi karyawan swasta, setelah gagal menjadi pegawai negeri. Kebanyakan. hehe.

     Pertanyaannya lagi, kenapa orang lebih memilih untuk menjadi pegawai negeri daripada karyawan swasta?

Tentu aja dong orang lebih memilih pegawai negeri. Gajihnya selangit.

     Berkaitan dengan pegawai negeri. Masyarakat sering mempertanyakan kinerja mereka, apakah sebanding dengan gajih mereka? Namanya juga pelayan publik, wajarlah dikritik. Tapi mereka itu macam-macam, ada yang kerja serius dan ada yang kerja gak serius, itu alami men.

Nah, dipemerintahan baru. Untuk kinerja pegawai  negeri di efektifkan. Bahkan pengadaan rapat di hotel-hotel mewah yang dibiayai pemerintah, ditiadakan. Mendengar hal itu banyak opini masyarakat yang bertebaran.

Masyarakat biasa : "Mampus tuh gak bisa seneng-seneng lagi hehe".

Karyawan swasta cuci mobil : "Biasa aja".

Karyawati warung jablay : "Kopi tetep harga 20ribu secangkir, gak ngaruh".

Karyawan Hotel : "Sangat merugikan. Sebagian besar omzet yang kami dapatkan, adalah dari situ".

Gue terpaku pada pernyataan si karyawati warung jablay, eh, karyawan hotel maksud gue.

     Bener sih pemerintah, memang melakukan hal itu untuk ke efektifitas an kinerja pegawai negeri. Tapi, sebelum bertindak pasti ada resiko. Untuk rapat diperhotelan di tiadakan, tapi gajih pegawai negeri dinaikan. "Demi ke efektifitas an kinerja pegawai negeri".

Pemerintahkan bertanggung jawab atas apa yang ada dalam negaranya, semuanya.
Pegawai negeri emang harus dipikirkan. Tapi problem lain harus dipikirkan juga. Contohnya dampak yang dirasakan bidang bisnis perhotelan karena hal itu. Gue cuma bicarain dan cari info dibisnis hotel aja, gak dibisnis lain. Jadi, gak usah mikir macam-macam.

     Sekarang gue baru dapat kabar, bahwa perhotelan banyak yang melakukan "PHK besar-besaran" kepada karyawannya, agar menyeimbangan pendapatan mereka. Dan pengangguran bertambah lagi di Indonesia.

(Thanks google atas fotonya)

Rabu, 18 Februari 2015

PERGANTIAN VISI MISI INDONESIA SETIAP 5 TAHUN

"Sebenarnya gue hamil" Gue bingung kenapa jadi ngenulis tulisan gak jelas kaya gituan. Oke, kita perlu serius.

Berbulan-bulan lalu Indonesia baru aja ngedapet sesosok presiden baru. Banyak pesta dari kubu partai yang berpesta akan kemenangannya, karena calon dari partai tersebut jadi pemenang. Presiden baru, Visi Misi baru lagi.
Sumber : Google
Tapi nyadar gak "Presiden baru, awal baru lagi". Maksud dari kata-kata yang gue tulis itu ialah "Belum selesai visi misi presiden sebelumnya, udah diganti sama visi misi Presiden baru lagi" (Gue nyadar, penjelasan gue kurang signifikan). Kok keliatan labil ya?

Sebelumnya gue perlu beri tau kamu (pembaca), gue nulis nih tulisan dibioskop kawasan Banjarmasin. Dan kebetulan dideket tempat gue duduk, ada remaja cina cabe-cabean sexy yang bikin gue gak fokus. Astagfirullah, goblok banget sih gue.

Gue gak tau kenapa gue jadi majang foto ayu ting-ting? (Sumber Google)
Kembali ketopik. Berhubungan dengan visi misi yang berubah tiap 5 tahun sekali. Pasti visi misi Presiden baru jauh berbeda sama presiden sebelumnya.
Kalo gitukan bikin Indonesia pas mau finish ditujuannya, gak selese karena terhalang sama presiden baru sama visi misi barunya. Mulai dari awal lagi.



Visi misi presiden sebelumnya lebih fokus ke Ekonomi, belum sampai puncaknya, eh udah diubah sama visi misi presiden barunya yang lebih fokus dipenegakan hukum. (Gue gak tau visi misi presiden baru sama presiden sebelumnya didunia nyata, jadi yang gue bicarain diatas cuma perumpamaan)
Terus bagaimana penyelesaiannya. Gue gak tau? Hehe

Tapi menurut gue...... Eh, film yang gue mau tonton udah mau mulai. Announcernya udah koar-koar kaya orang lagi beranak. Gue kasian, mending gue masuk aja ke studio. Ngomong-ngomong, gue udah lupa apa yang mau gue tulis tadi. Jadi, sampai berjumpa lagi :D.

KOTA BERKARAKTER :D

Kemaren gue jalan-jalan kesebuah kota yang mungkin kota tersebut menurut gue keren. PALANGKA RAYA. Gue salut sama tuh kota, karena mereka memperlihatkan karakter mereka yaitu kota yang penduduknya mayoritas dayak.
 
Aksi anak-anak Palangkaraya, keren abis kalian (sumber : Google)
Gue lihat banyak sekali rumah-rumah adat dayak. Gedung perkumpulan orang-orang dayak.
Palangka Raya itu kota berkembang, dan gue berharap walaupun Palangka menjadi Kota maju dikemudian hari, semoga tetep jadi kota yang berkarakter.
 
Cantik banget ya sungai di kota Banjarmasin ini (sumber : Google) Tuh disamping kanan atas ada nama yang ngemoto :D
Tidak jauh dengan kota berkarakter. Kota gue juga mempunyai karakter. Seperti selogannya "Kota Banjarmasin, Kota Seribu Sungai". Seperti yang gue liat, dikota gue ini emang banyak banget sungainya. Keren. Berkat itu, gak memungkinin kota ini buat banjir. Tapi disayangkan, sekarang sungai-sungai tersebut sudah tercemar akibat sampah-sampah yang dibuang oleh penduduk. Jangankan untuk dikonsumsi, dilihat aja gak enak.

Gue selalu berusaha gak buang sampah disungai, walaupun gue sadar lebih dari 1000 masyarakat Banjarmasin membuang sampahnya ke sungai Banjarmasin. Tapi gue berharap mereka sadar, agar tidak membuang sampahnya ke sungai. Karena kasiankan Banjarmasin, gara-gara kita buang sampah terus-menerus kesungai, kita bakalan kehilangan sungai yang menghiasi kota Banjarmasin.

KETIKA MORAL DIRACUNI KEMAKSIATAN PERKOTAAN

"Kota besar tempatnya orang-orang mempertaruhkan nasibnya" Itu yang gue pikirin waktu ngeliat Jakarta yang tiap tahunnya kedatangan perantau dari berbagai tempat di Indonesia. Gak usah jauh-jauh, tempat gue tinggal sekarang (Banjarmasin) udah jadi tempat para perantau mengadu nasib. Entah untuk cari kerja ataupun sekedar kuliah. Tapi gue bersyukur, dikota ini lah gue bisa bersilaturahmi sama berbagai orang-orang yang dari tempat jauh.
Foto yang gue temuin di Google ini adalah gedung yang keren di Banjarmasin
Gue suka sama mereka, sopan banget. Tapi bukan berarti kaum gue banyak yang gak sopan, sebagian dari kami sopan kok (Iya, sebagian).

Perlu gue ceritain, waktu SMP, gue dulu pernah tinggal dikota yang tidak terlalu besar dan jauh dari Banjarmasin, ya bisa dibilang adalah tempat yang melekat dengan nuansa religius. Gue punya temen juga disana (Yaiyalah). Tapi udah lama banget ya kalo ngomongin SMP dulu. Kita sekarang dimasa dewasa. Dan dimasa dewasa ini, banyak temen-temen SMP gue dulu yang pindah ke Banjarmasin buat ngelanjutin kuliah. Dan sekarang, kebanyakan dari mereka kejebak naluri kota, bukan temen-temen gue aja sih, orang lainpun pastinya bisa aja kejebak. Seperti kejebak sama nuansa diskotik, karena sebelumnya mereka gak pernah ngerasain itu. Masalah narkobapun bisa dengan mudah meracuni mereka. Bahkan, pergaulan bebaspun gak luput dari incaran mereka. Tapi gak semua temen smp gue dulu lo yang kejebak, ada sebagian temen gue yang gak kejebak (Iya, sebagian :D)

Diatas kita ngebicarain remaja yang dari stabil jadi Labil. Terus gimana bagi perantau yang mengadu nasib, untuk rezekinya?

Cenderung lebih banyak yang gak beruntung daripada yang beruntung. Yang udah beruntung, gue ucapin selamat menggunakan bahasa Banjar "Nah, kambang gasan pian".

Kembali gue bertanya “Gimana kalau yang gak beruntung? Walaupun gue denger ini cuma sekedar gosip, tapi WOW banget menurut gue. Tau gak, ada gosip seorang perantau, yang akhirnya menjadi germo, bahkan ada yang menjadi pelacur, dan adapula yang menjadi pengedar narkoba. Astagfirullah.

Itu bukan bagaimana kita menjadi air yang mengalir jernih ataupun mengalir keruh. Tapi bagaimana kita membuat air itu mengalir ke arah yang seharusnya.